MENU

Suatu Hari di Taman Baca

0
5528
0

Hari ini saya mengalami kejadian yang sedikit unik di Taman Baca Kartini. Menjelang jam 2 siang tiba-tiba taman baca didatangi sekelompok anak sekitar kelas 2-5 SD yang mau ikut baca-baca di taman. Mereka datang dari kampung tetangga yang letaknya lumayan jauh dari kampung saya, makanya kenapa mereka datang berlumuran keringat dan bersepeda, sehingga langsung menyerbu air minum yang disediakan oleh pengelola taman di kompleks ini.

1

Ketika langit mendung, saya mulai membenahi buku-buku, dan tanpa dikomando, kelompok anak-anak yg berasal dari Kampung Babakan Tasik dan Kampung Kebon Manggu ini ikut membereskan buku dan ikut mengangkutnya ke rumah saya (garasi dari buku-buku ini jika tidak sedang digelar).

3

Katanya kasian melihat saya sendirian beberes dan angkut-angkut. Intinya mereka memaksa untuk bantuin.

5

Sesampai di rumah saya, salah satu dari mereka bilang bahwa mereka ingin bikin taman baca juga di kampungnya dan meminta saya untuk menggelar buku-buku ini di sana. Tentu saja saya langsung meresponnya dengan positif. Terus saya pancing, apakah mereka mau mengelola sendiri perpustakaannya, mereka bilang siap. Terus saya tanya lagi siapa yang nanti mau bilang ke pak RT/RW, semuanya siap menyanggupi.

Akhirnya, untuk sementara saya menawarkan mereka untuk bikin sendiri lapak baca di rumah masing-masing (yang tanpa diduga mereka bilang mau bikin di poskamling kampungnya tiap hari) dengan cara menyuruh mereka memilih 50 buku (pengen kasih lebih banyak tapi kasian soalnya jauh dan berat) dan membawanya ke kampung mereka untuk dikelola sendiri.

Dan tanpa harus dibantu mereka memilih dan mencatat buku-buku yang mereka mau ambil dan kelola.

Saya sangat terharu dengan semangat dan tekad mereka pada buku.

6

Setelah hujan usai, mereka pulang dengan masing-masing menenteng 10 buku (yang bikin iri anak-anak di kampung saya karena mereka hanya dibolehkan minjam 2 buku/minggu tapi kemudian mereka mengerti setelah saya jelaskan kenapa).

Hari yang seru dan penuh makna.