MENU

19. Solilokui

“mencuri roti kadaluwarsa di supermarket terkutuk

setidaknya itulah yang kami dengar di pagi ini

dari teriakan ugoran yang semakin melancholic bitch pada malam-malam serunya di jogja

gateauxlotjo memulai remix-nya dengan scratching william s. burrough di tahun 1943 pada rembang pagi

dan hembusan angin barat serta senyum sumringah para soulsurfer di ombak barat yang manis

atau pantai bandulu yang mengusirku dua tahun lalu dengan sundutan rokok dji sam soe pada sikutku

hingga membekaskan luka bakar tentang ingatan pada kulit ayumi yang hitam sempurna

karena matahari yang tak juga reda memancarkan serangan ultra-ungu pada bagian-bagian lemah tubuhnya

saat jack kerouac meminang beat generation dengan on the road dan mesin tik dan kertas-kertas panjang

dan cobain si anak muda spektakuler itu hidup lagi dalam buku-buku tua di lemari tanpa kaca gateauxlotjo

maka ruhlelana dan mariyuana fantasinya mengobrak-abrik jorge luis borges yang humoris

dengan ketulusan seseorang yang berprofesi borgesian

seperti dia yang terasuki jim di tengah bising

seperti dia yang terasuki andy di tengah hening

yang pernah bermain di tepian-tepian ingatan

ingatan terperih dari serpih murka

ingatan tangis dari serpih durja

ingatan perang dari serpih tinja

meski kesucian pernikahan di dalam bath thub marmer yang pernah kami jalani dengan sangat tertatih

pada hotel chelsea tempat warhol dipuja dengan serbuan asap dupa dan lukisan naif basquiat

yang kutiru dengan coretan spidol merah hitam pada poster pameran nandang gawe di papan-papan promosi

saat bandung masih diwarnai darah-darah riang para performance artist yang tak pernah menamatkan kuliah seninya

lalu kami semedi di pedalaman utopia rimbun dibentengi deretan pohon sempur yang menjadi fosil

di ketinggian lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut utara yang memancarkan bau selangkangan gadis lima puluh ribu di persenggamaan darurat

saat sanur menjadi sepi karena bom kedua meledak menghancurkan headline naiknya harga minyak

dan memboikot para kawan bermegafon di bawah jembatan layang paspati

saat waktu jadi kadaluwarsa seperti roti yang kucuri di supermarket terkutuk itu

 

“say farewell to bandung

meski bono mengulang-ulang nama kota seperti new orleans, london, belfast, atau berlin

di halaman hijau ibu angkatku di nyuh kuning ubud

serta lukisan pensil wanita bule cantik ayah angkatku di ubud raya

ketika senyumnya meredakan tangisan rindu di malam rabu sakral berbau kemenyan putih

 

“is everyboy in? is everybody in? is everybody in?

dan mantra-mantra dari para dukun sakti di kaki gunung gede

yang memberiku tongkat pejalan dari kayu kaboa serta batu wulung anti pestol peluru emas warisan si jiih

dan inkarnasi buddha pada tubuhku yang tak lagi lekang kebebasan

seperti ketika penari aquarius itu nyaris kunikahi sebab erangannya tak mampu kubendung

 

“say farewell to depok

seperti ketika bulan dibelah muhammad pemuda ganteng dari padang pasir mediterania

 

“laut tengah dibelah letusan gunung thera

yang disembunyikan sejarah

dan musa menyeberangkan para konspirator sinting

yang memporak-porandakan aceh dan sidoardjo

dan sunda islands

serta delirium atlantis, meringis

saat great wizard merayu adam dengan jebakan khuldi suci yang terkontaminasi ambrosia

serta ramuan rahasia yang tak pernah dibuka kemasannya meski tanggalnya sudah kadaluwarsa

yang disusupkan begitu saja saat ingatannya lengah

sebab selangkangan eva lebih banal dan libidinal dibanding lilith, istrinya yang seksi

 

“lalu eden menghilang
bersama koak birds of prey berwarna hitam kelam

dan parade kucing-kucing bermata kamera menyala

 

“say farewell to java land yang menjadi java sea

say farewell to sundaland yang menjadi terbalik pada sunda islands gara-gara kebodohan plato membaca peta di timeaus dan critias

mengundang intimasi para sufi dan sofi 
serta pembantaian dukun santet di selatan

pada tongkat sihir the death yang nyaris direbut dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut

seperti yang dikatakan rowling pada testamen nya “the deathly hallows”

 

“hail hail to the president of the republic of idiotnesia raya

lalu kaki nas tertembak dan anaknya mati suci bersama pelukan kuat ade irawan

lalu karno tenggelam lalu harto mati lalu gateauxlotjo mengakhirinya dengan seni membunuh koruptor

pada malam kebesarannya di pesta kudus pada buih-buih beer dan anggur asam dalam piala emas

salute to gateauxlotjo salute to gateauxlotjo salute to gateauxlotjo”

 

          Ruhlelana membentangkan tangan memeluk erat matahari yang berbentuk Gateauxlotjo dengan senyum tertunda sambil berbisik padanya, “Ayo kita menulis novel bersama!”

 

Selanjutnya >> 20. Integrasi