MENU

Kepada Yth. Ilmu Pengetahuan

0
6251
0

Dear Science, apa kabar? Lama ga ngobrol. Kangen. Banget.

Sebenarnya, seperti kebanyakan manusia, yang baru nanya kabar pas lagi ada perlu, maafin aku, aku ada perlu banget, darurat.

Kamu ingat pertemuan terakhir kita? Saat itu kita membicarakan tentang awal peradaban, sejak Homo sapiens meninggalkan Tanah Afrika, menyongsong peradaban baru di selatan Asia, sejak India hingga Lemuria. Lalu pembicaraan kita terpotong gara-gara kita berdua kehilangan benang merah setalah letusan Raksasa Krakatoa kira-kira 12.000 tahun yang lalu. Ingatan kita tersapu Banjir Besar. Kenangan kita dilibas habis seiring berakhirnya Zaman Es Terakhir.

Science sayang, akhir-akhir ini aku menemukan sesuatu. Sebuah penemuan yang berawal dari kecurigaan atas keserempakan asing yang menimpa hidupku pada tahun-tahun terakhir perjalananku. Keserempakan itu dicirikan melalui simbol-simbol yang ditatahkan pada batu-batu. Kita berdua sudah sepakat bahwa media penyimpan ingatan paling kuat di samping dongeng adalah bebatuan, bukan pita, kertas, maupun karbon. Dari keyakinan itu aku menautkan kaki Gunung Lawu, kaki Gunung Merapi, dan Kaki Gunung Gede; yaitu Sukuh-Cheto, Borobudur, dan Gunung Padang; dengan kawat penaut yang berbentuk simbol dan struktur bangunan.

Maka dari itu aku mohon bantuanmu agar aku berhasil menautkan ketiga situs itu dengan bukti-bukti yang akurat tak terbantahkan. Agar aku tahu bagaimana cara leluhurku bertahan dari pergantian zaman (eon).

Kira-kira begitu. Maukah kamu sedikit meluangkan waktu? 😉

 

 

Sincerely Yours

 

 Ruhlelana

 

 

PS: I (LAMP) U