MENU

Empty Recycle Bin

Aku  melemparkan  semua  wajahnya  ke  dalam  tong  sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikkan itu.

“Pelacur!” Kataku.

Aku melemparkan semua wajahnya ke dalam tong sampah. Terus melupakannya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikkan itu.

“Pelacur!” kataku. Padahal sepertinya sebongkah batu besarpun belum cukup sanggup menghancurkan kenangan itu. Tapi aku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya, melibasnya, menggilasnya, menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan kejadian itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikkan itu. Tapi kenangan itu masih tinggal dalam kepalaku semenjijikkan wajahnya yang cantik itu. Wajahnya yang cantik yang membuatku selalu ingin melemparkan sebongkah batu besar, menindihnya,  melibasnya,  menggilasnya,  menggilingnya, terus melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar tak ada lagi yang tersisa dan benar-benar musnah seluruh intervensi wajahnya dalam memori di otakku yang kuharap tidak ada program recycle bin di sana agar semua sampah seperti dia, wajah dan kenangannya bisa hilang selamanya tanpa ada satupun orang mampu meng-klik kanan dan mengarahkan pointer pada restore untuk – mungkin sekali – ditekan kuat-kuat. Tapi kalaupun ada, maka akan ku-klik kanan cepat-cepat sebelum orang lain mendahuluiku dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas buru-buru kutekan kuat-kuat.

Sepertinya masih ada sedikit sisa, maka aku akan cepat-cepat melemparkan sisa-sisa wajahnya itu ke dalam tong sampah. Terus melupakan sisa-sisa wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar musnah sudah semua wajahnya yang cantik menjijikkan itu.

“Pelacur!” kataku.

“Sial!” ucapku kemudian sebab no.telp-nya masih tersimpan dalam phone book di ponselku. Dalam seketika dan segera aku sangat ingin cepat-cepat menghapusnya dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikkan itu. Tapi entah kenapa tanganku malah menekan no.telp-nya dan terdengar suara seperti ini di seberang sana: Maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini! (Mungkin dengan 3 tanda seru seperti ini: Maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini!!!) Atau bisa jadi dengan font yang di-control B seperti ini: Maaf, dana anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini!!! Atau malah bisa jadi lebih mungkin dengan huruf kapital semua dengan control B, control I dan control U, sangat  berlebihan bukan? Sebab jadinya seperti ini: MAAF, DANA ANDA TIDAK CUKUP UNTUK MELAKUKAN PANGGILAN INI dan masih tetap dengan tiga tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukkan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga! seperti ini: !!!

“Sial!” kataku kemudian, “Berapa dana yang kubutuhkan untuk membuatnya setia padaku?

“Pelacur!”

Lantas dengan segera aku sangat ingin cepat-cepat mencoba lagi menghapus no.telp-nya dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas  kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikkan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan ke dalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat. Tapi entah kenapa, jariku yang tadi sudah menekan option pada bagian no.telp-nya lantas mengarahkannya pada delete entry, ketika ada pertanyaan; are you sure? Jariku malah menekan no. (sebenarnya mungkin no dengan tanda seru seperti ini: no! Atau bisa jadi seharusnya dengan 3 tanda seru, sebab kata guruku tiga bisa menunjukkan tak hingga, tak perlu capek-capek lebih dari tiga, seperti ini : no!!!. Seperti tidak puas juga jariku menambahkan control B dan control U dan mengganti hurufnya dengan kapital semua, jadinya seperti ini:  NO!!!. Tapi kok control u sepertinya menggangu ya? Baiklah akan kuhilangkan saja, jadi seperti ini: NO !!! Dengan spasi antara kata no dan ke-3 tanda seru agar seperti masing-masing berdiri sendiri dan menjadi sebuah kekuatan besar apabila digabung menjadi semacam frase memuakkan.

Kuharap saat ini dan selama-lamanya setiap kali aku harus terpaksa menekan no.telp-nya yang kusimpan dengan nama pelacur dalam huruf kapital semua dengan tiga tanda seru, tapi tidak ku-control B sebab tak ada fasilitas itu dalam ponselku, (pelacur!!!) itu selalu terhubung dengan mesin yang dengan cerewet selalu berkata begini:  ”Telepon  yang  ada  tuju  sedang  tidak  aktif  atau  berada diluar service area. Tapi cukup segitu saja tanpa harus memakai tanda  seru,  huruf  kapital,  dan  control  B  sebab  aku  pasti  akan sangat muak dengannya bila kata-kata itu muncul dengan tanda seru, huruf kapital, dan control B. Bila terhubung dengan kalimat wanita mesin itu memungkinkan aku menaruh curiga bahwa dia tak lagi mengaktifkan kesetiaannya atau dia sudah di luar service areaku, maka dengan begitu kuharap aku bisa menghapus no.telp-nya dan melemparkannya ke dalam tong sampah. Terus melupakan no.telp-nya untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat, biar habis sudah no.telp-nya yang berupa kombinasi angka menjijikkan itu sungguh sama seperti wajah cantiknya yang juga ingin kulemparkan ke dalam tong sampah, terus melupakan wajahnya itu untuk selama-lamanya, setidaknya mencoba untuk itu. Kuharap tong sampah itu tidak seperti recycle bin. Tapi kalaupun persis, maka akan ku-klik kanan dan langsung mengarahkan pointer pada empty recycle bin lantas kutekan kuat-kuat.

 

Selanjutnya >> 15. Elegi Karna