MENU

Masalah Candi di Pajajaran oleh Drs. Saleh Danasasmita

(Diterjemahkan dengan bebas dari Bahasa Sunda dengan judul yang sama karya Drs. Saleh Danasasmita dalam buku Nyukcruk Sajarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi terbitan Girimukti, 2003) Ada suatu masalah yang berkecamuk dalam hati Orang Sunda, baik bagi yang suka dengan sejarah maupun bagi yang hanya ingin tahu sejarah, yaitu: Kenapa di Pasundan tidak berjejer sisa-sisa candi, bahkan bisa disebut hampir tidak ada? Persoalan seperti ini muncul, jika kita teliti sejarah kuno di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jika dibandingkan, bukankah pengaruh Hinduisme pada awalnya menyebar di Jawa Barat; keadaan agama dan keadaan geografisnya sama. Kenapa ketika berkaitan dengan candi malah berbeda? Banyak orang yang sudah mencari tahu alasannya. Kata sebagian dari mereka karena batu-batu yang ada di Jawa Barat tidak bagus untuk bahan candi. Ada juga yang menyebutkan bahwa keyakinan agama agak berbeda meskipun sama-sama dipengaruhi oleh Hinduisme. Kalau yang paling mudah adalah yang menyebutkan bahwa ciri kebudayaan Sunda ketinggalan zaman. Dihubungkan dengan kurangnya prasasti Sunda, alasan yang disodorkan akhirnya terbentur dalam alasan politis. Menurut Krom dalam bukunya Het Oude Java en Zijn Kunst yang dikutip oleh Anwar Sanusi, kurangnya prasasti di Pasundan dikarenakan di Jawa Barat tidak ada raja yang merdeka, sebab bergantian dijajah, oleh Sriwijaya, Singasari, Majapahit, dan […]
Read More ›

Selintas

selintas, gojek dan model transportasi umum sejenisnya itu berasa sekali manfaatnya saat gue di jakarta beberapa hari lalu, praktis, mudah, dan murah. selintas, terlihat banyak sekali orang yang terbantu perekonomian keluarganya dengan nyambi jadi supir gojek. selintas, ini adalah aplikasi dari sebuah ide brilian yang mengatasi kesulitan dan mahalnya ongkos transportasi konvensional. selintas. selintas, dibangunnya banyak pabrik, meskipun menggusur lahan-lahan pertanian di cianjur, sangat membantu perekonomian keluarga-keluarga, karena anaknya yang pengangguran sekarang sudah punya penghasilan menjadi buruh pabrik yang gajinya lumayan. selintas, dibangunnya banyak pabrik adalah kemajuan signifikan untuk kota kecil seperti cianjur, income per kapita sepertinya menanjak drastis, kavling-kavling perumahan sederhana laku keras, kua dibanjiri calon pengantin baru. selintas, terlihat manfaat besar dengan dibangunnya pabrik-pabrik, tanah pertanian yang menderita kekeringan di musim kemarau panjang yang lalu, kini menghasilkan lagi, meski kebanyakan keuntungannya masuk ke pundi-pundi korporasi asing pemilik pabrik. selintas, pabrik-pabrik mencipratkan rezeki ke pedagang-pedagang kecil di sekitarnya, hingga pemandu karaoke di jalan raya yang dapat klien bule mandor-mandor pabrik yang dompetnya lebih tebal dari alis sulaman mereka. selintas. hanya selintas. dua lintas kemudian, anak-anak tukang gojek, anak-anak buruh pabrik, anak-anak pemandu karaoke, pokoknya semua anak, yang berpotensi menjadi orang-orang hebat, menjadi orang-orang besar, atau menjadi pejuang-pejuang tangguh, harus […]
Read More ›

untitled #1

di tengah kerasnya hidup dan carut-marutnya ekonomi, merokok adalah salah satu dari sedikit hal yang membuat beberapa orang sejenak bisa menikmati hidup. tapi kenikmatan yang sedikit dan sulit itu selalu diusik oleh orang-orang picik dan merasa paling bermoral yang dilegitimasi oleh negara. menaikkan harga rokok berarti menunjukkan bahwa negara tidak ingin melihat penduduknya bahagia dan sejenak ongkang kaki. pokoknya KERJA KERJA KERJA!!! seperti budak. pake apa lagi soalnya untuk bayar utang negara kecuali dengan memaksa penduduknya untuk bekerja. itulah kenapa korupsi adalah kejahatan yang sangat besar dan mustahil untuk diampuni. percayalah, dengan bekerja sekeras itu, seharusnya gajimu 10 kali lipat lebih banyak dari yang kamu terima sekarang. kondisi ini tidak jauh beda dengan para pemetik teh awal tahun 1800-an yang digaji sangat minim oleh belanda, karena saat itu voc baru saja bangkrut, eropa mengalami krisis ekonomi yang parah. lalu belanda mengambil alih wilayah perdagangan voc dan menginvasinya, termasuk nusantara. awal tahun 1800an adalah masa-masa awal ketika sistem perbudakan sudah dihapuskan di seluruh dunia, setiap perusahaan harus menggaji para budaknya. maka para buruh pemetik teh mendapatkan upah dari tuan-tuan belanda, belanda memenuhi itu sebagai syarat saja, tapi pada hakikatnya perbudakan terus berlangsung, hanya saja caranya makin berkembang. di sekitar perkebunan teh […]
Read More ›

Yesus dan Muhammad

25 Desember 2015   “….ada daun jatuh…TULIS!” kata almarhum Saut Sitompul belasan tahun lalu dalam film Beth. Lalu hampir semua orang menulis. Dan karena tidak semua orang adalah penulis, kata-kata berhamburan keluar seperti bendungan jebol. Kata-kata yang muncul dalam rupa hasutan menjijikkan, dangkal dan tak bermoral, menjadi alat kuasa, membanjiri pikiran manusia, hanya sekedar memintari bukan memintarkan, mencari pengikut tapi tidak mengajarkan kebenaran, ego setiap orang meledak dimanjakan oleh pembenaran yang dilakukan oleh agen-agen korporasi, kepala-kepala bermunculan melayang bagai balon gas, semua merasa sebagai paling benar, yang paling hebat, yang paling jago, segala topeng dipakai untuk menyembunyikan identitas pengecut masing-masing. Baru kali ini aku melihat bahwa Nietzsche begitu benar, nihilitas menjadi bagian paling massif dari gerakan kolektif yang mengatasnamakan perubahan, padahal di balik itu ada suatu misi yang menyedihkan. Negara sudah tidak sanggup mengatasi hutang pada BANK Yang Maha Kuasa, satu-satunya jalan untuk membayar hutang adalah menekan penduduknya untuk terus bekerja meskipun harus melewati batas-batas kemanusiaan: PERBUDAKAN! Tapi siapa sih yang mau jadi budak? TIDAK ADA! Maka dari itu dibentuklah kelompok-kelompok agen yang pintar berkata-kata, jago memanipulasi angka dan pikiran, “muda beda dan berbahaya”, kira-kira begitulah jargonnya. Target agen-agen ini adalah memiliki pengikut sebanyak mungkin dari berbagai sisi, sisi kanan […]
Read More ›

Kamus Kecil Eufemisme Korpotokrasi

9-5 = Kerja Paksa Bank = Sebuah lembaga penipuan yang mencetak kertas tak berharga menjadi seolah sangat berharga Bantuan = Utang Bisnis Properti = Proses pendudukan tanah milik manusia menjadi milik korporasi Buruh = Budak Demokrasi = Sebuah produk korporasi yang dijual paksa pada sebuah bangsa untuk kepentingan pengerukan sumber daya berupa kebebasan berpendapat/berbicara yang digiring oleh agen-agen korporasi Donor = Utang Ekonomi = Sebuah sistem untuk mengeruk sumber daya dan kekayaan sebuah bangsa Etos kerja = Sistem kerja paksa FPI = Tukang pukul korporasi yang bertopeng keagamaan Headline = Berita yang ditempatkan di bagian depan untuk menutupi berita kejahatan korporasi Iklan = Produk dari perusahaan iklan yang di dalamnya mengandung unsur pencucian otak Investasi = Utang Kapitalisme = Sebuah ideologi dasar dari korporasi Kanan = Penyeimbang ideologi kiri sehingga keduanya tetap ada KB = Genosida yang sistematis dan terukur Kelas menengah = Mandor korporasi Kita = Lu aja kali, gue nggak Kiri = Sebuah ideologi yang dibuat untuk membuat korporasi tetap terlihat tidak stabil sehingga korporasi bisa terus berproses untuk mengeruk kekayaan sebuah bangsa Khilafah (ISIS) = Sebuah konsep negara yang diciptakan korporasi untuk kepentingan bisnis senjata Komunisme/Marxisme = Sebuah ideologi gagal yang selalu diangkat untuk memperlihatkan kekuatan korporasi […]
Read More ›

setitik otokritik

Belajar dari Borges, gue mulai memakai data-data valid atau setidaknya berupa dongeng yang tercatat dalam menulis fiksi, tergantung kebutuhan fiksinya. Dan tujuannya memang mencatut. Kata Borges: “Saya tidak punya pesan apa-apa, saya hanya menyalin sistem kebingungan yang dengan hormat kita sebut filsafat itu ke dalam bentuk sastra.” Sedikit banyak gue sebagai orang yang maksa pengen banget disebut penulis menyusun diri -secara tidak gue sadari- dalam proses menyalin Borges. Sebuah salinan dari salinan. Metafiksi dari sebuah pemadatan metafora yang sangat berlebihan di sebuah zaman yang jauh lebih complex ketimbang zamannya Borges, Zaman Global Internet. Tak ada seorangpun sepertinya yang berselera atas karya seperti itu. hahaha Tapi gue taqlid buta, soalnya Borges itu ibarat Imam Syafi’i di dunia fiqih, perpustakaan suci yang bernapas. Maka muncul bermacam qiyas – bertumpuk-tumpuk – sehingga akhirnya terbentuk sebuah otentisitas – yang sialnya malah gagal mahal – tidak seperti karya-karya Pollock meskipun karakteristiknya sama. baca: Tlon, Uqbar, Orbis Tertius    
Read More ›

Al-Qoriah

10 Peristiwa Besar Dunia Berdasarkan Al-Quran “Sebuah pandangan berbeda tentang peristiwa-peristiwa dunia. Berdasar pada Al-Quran dengan perhitungan kalender astronomis serta beberapa bukti geologis,arkeologis,dan historis.” _____________________________ Peristiwa besar! Apakah peristiwa besar itu? Tahukah engkau apa peristiwa besar itu? Hari ketika manusia bagai kupu-kupu yang bertebaran, Dan gunung-gunung bagai anai-anai yang dihembus. Ada orang-orang yang berat timbangan kebaikannya, Orang-orang itu adalah orang-orang yang bahagia. Tapi orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya, Beralamat di jurang yang amat dalam. Tahukah engkau apa hawiyah itu? Api yang menyala sangat terang! QS: 101 – Al-Qoriah Mungkin banyak yang ga tahu kalo 20 April itu hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tepatnya Senin, 20 April Tahun 571.Jadi jika berdasarkan hitungan Masehi, Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul itu bukan di umur 40 melainkan di umur 39……sebab ayat pertama Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad pada tanggal 6 Agustus tahun 610.Untuk orang2 Islam seperti kita, yang memakai penanggalan Masehi dalam kehidupan sehari2, mestinya tanggal2 itu adalah tanggal bersejarah.Dan siapa tahu ternyata Allah SWT memakai penanggalan Masehi yg didasarkan pada peredaran matahari dalam menurunkan keajaibannya.Mungkin Lailatul Qodar itu sebenarnya jatuh setiap malam tanggal 6 Agustus. Makanya selama ini banyak yang ga dapet keberkahan malam tsb.Wallahu A’lam Bishowab Tapi meskipun begitu, Penanggalan Imlek dan Kalender […]
Read More ›

Segalanya Adalah Kebaikan

0
10405
0
Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bergerak pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan ketika tak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi kita tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui seberapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya. Maka kejahatan juga tidak ada. Kejahatan tidak dapat diukur. Kita hanya bisa mengukur seberapa besar kebaikan dalam diri seseorang. Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan kebaikan dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kebaikan dalam hati manusia.
Read More ›

Medsos 2015

Twitter: kuburan umum yang di sekelilingnya berjajar baligo iklan dan kampanye. Facebook: pasar malam 24 jam 30 hari 12 bulan non-stop, dengan layar tancap berjejer menyala di mana-mana, dipenuhi orang berantem, ada juga yang mendadak jadi dosen, orang bagi-bagi brosur, jualan koran, bagiin selebaran yang isinya fitnah atau bohong, selebihnya sibuk ngomong sendiri sambil berharap ada yang nyapa, yang sewa lapak tetep sibuk dengan jualannya. tapi di tiap sudut pasar malam ini banyak sekali podium yang berjajar dan di atasnya ada orang lagi ceramah, ada yang radikal, ada yang moderat, ada yang sok pintar, dan selebihnya cuma meniru yang lainnya. Youtube: tv yang iklannya kurang ajar. Line: pesta kostum di sekolahan, tapi pada duduk di pojokan sama pacarnya masing-masing, sebagiannya malah hilang ditelan semak-semak, yang ga punya pacar diem di tengah lapang sambil baca puisi, beberapanya sampai nangis-nangis. Yang lainnya nyorakin. Path: arisan ibu-ibu, ada yang pamer perhiasan, ada yang ga berhenti-berhenti menceritakan anaknya, ada yang sibuk curhat, ada yang mamah dedeh, lengkap, semuanya pamer apa saja. Instagram: berada di lapangan luas, dipagerin, lihat langit, tapi di langitnya banyak baligo iklan yang model iklannya senang lihatin pabrik susunya. Ask.fm: homeband di sebuah pub, nyuruh penonton request lagu apa aja, tapi […]
Read More ›

Menulis Karya Sastra

Sudah lama aku ingin menyerah dari kegilaan sastra, lalu keluar dari kubangan teks-teks menjijikkan ini. Tapi realitas selalu menarikku kembali ke dalamnya. Kewajibanku pada Semesta-termasuk di dalamnya manusia yang berhasrat kotor, dingin, dan kering-selalu membuatku berpikir keras untuk kembali menyusun diri dalam kerumitan sastra. Bagi banyak penulis, terutama yang tidak menulis karya sastra, menulis mungkin sangat mudah, semudah menggoreng telor ceplok setengah matang, tapi bagiku menulis adalah pemenuhan kewajiban, sulitnya sama dengan sholat 5 waktu yang konsisten dilakukan dan selalu tepat waktu serta dilakukan di mesjid secara berjamaah, soalnya telat aja diancam masuk neraka. Proses menulis bagiku tidak hanya mencatat peristiwa, atau hanya mengetik depan komputer, atau menye-menye di status facebook. Menulis bukan hanya oksigen, tapi karbondioksida dan nitrogen. Durasi bengong bahkan bisa jauh lebih panjang dari durasi mengetik. Durasi peristiwa berdarah malah jauh lebih penting dari pada menuliskan peristiwa itu ke dalam kertas. Memilah peristiwa, baik fiksi maupun fakta, memilih diksi, lalu mengolahnya dalam jantung, mencobanya dalam kehidupan sehari-hari, terjun dan bersatu dengan subyek penelitian, terkadang menjadi obyek penderita, atau cuma jadi toilet umum yang dibokerin orang-orang yang kalo tidak curhat sepertinya bakal terjadi tsunami di kepala mereka, bukanlah hal yang tidak beresiko kematian. Menulis bagiku seperti berjudi dengan […]
Read More ›