DI BERANDA - Part 7

Sementara langit benderang dengan totalitas tuhan
yang dibangun ratusan ribu tahun
oleh para pemujanya
yang menyerupai hantu
di hutan-hutan pertobatan
yang begitu sia-sia
dan via-via

Oh… wow
segalanya makin burung saja
berkicau seperti kau
yang kacau
di tengah galau
tanpa hirau

Oh negeri sejuta sepeda motor
kotor-kotor yang mungkin sekali kutinggali
atau bila tak begitu lebih baik kutinggalkan saja
agar menjadi jera
lalu menjura dalam-dalam
seperti kau yang berkicau di tengah galau tanpa hirau
atau parau parah
seperti batuk rejan yang mengejan
seperti tidak akan pernah sembuh lagi
sebab para dokter tak lagi memiliki partner
untuk memeriksa ratusan penyakit baru
yang datang begitu saja seketika
dan tiba-tiba mengunduh asin pada lidah berwarna ungu
atau menabrak merah pada mata berkilau marah
atau mengerek pelan bendera yang tak lagi berkibar
sebab angin enggan untuk mampir lagi disana

“Ah, mereka bangsa yang tak punya sopan santun!” kata angin suatu ketika
dengan nada rendah dan merendahkan

Lalu terbitlah manusia-manusia salah obat
sehingga komposisinya menjadi salvador dalli
yang disempurnakan joachim luetke

Mata menjadi mata-mata
hati menjadi hati-hati
ulang menjadi berulang-ulang
duh, waktu yang tak pernah jera
duh, rindu yang tak pernah tobat
duh, tua yang arogan pada muda-mudi pengaya bencana

Berbangsa peri atau kurcaci
atau apalah tak pernah jadi soal
sebab tanah kembali ke tanah
aduh kembali mengaduh
dudududududu duh duh duh,
kali ini dia kembali mengunduh dosa
di putaran ketiga
atau kau sambut nirwana dengan semedi
dengan para memedi
atau dedemit
atau makhluk-makhluk rumit
yang berenang di sungai
yang begitu menjandakan sperma mujarab
buatan titik-titik nadir
tiktiktiktik atau kikir
atau khidir dirdirdir
hadir
di persimpangan kota
kota-kota
kotak-kotak
botak

Bah, kau memang sialan
kau memang durjana
dengan penantian tak memiliki ujung
sebab jalan ini bukan untuk diantuk-antuk
apalagi bila kau terlalu mengantuk
ini bukan jalan untuk manusia serba fana
serba durjana
serba busana
serba terencana

Kita selalu terkejut dan harus secara tiba-tiba
meski dadu merah menyala menggelindingkan ingin
seperti angin dingin di bawah pohon beringin
berwarna kuning kegelapan

taktiktuk
taktik
jenitik-jentik politik
terkikik si raja komik
si bundar pelik
jiijik
jijik

ih
eeeeeeeeeeeeeewwwwwwwwwwww
huhuhuhu
huh!

Di beranda,
aku membeku dalam gelap.