DI BERANDA - Part 5

-dosadosa kepala dan kepalan tangan-
Dosa-dosa kuasa dan beribu permintaan,
dosa baja dengan baja, baja atas baja,
bejana-bejana penyimpan air kata-kata
agar tak haus lagi kata kita
agar selalu saja ada ibu kita memberi kita bumi
memberi kita susu
memberi kita napas

Oh syamsku yang bermatahari di atas kepala-kepala,
oh syamsku yang mencintai rumi,
seperti iblis dan api
seperti malaikat dan cahaya
seperti jin dan asap
seperti kita dan tanah

Di beranda menarikan hujan musim kemarau
seperti tiada ujung
dan lekukan tubuh pohon-pohon tua berumur caitra
atau cerita tentang kakek kita yang terjun terbang dari menara kesakitannya

Seperti ice cream kita di malam-malam jingga
seperti hati kita di taman-taman berbatu dua
berair mata kita dan bermata air kita

Oh surga para lelana seperti namaku yang terjangkiti virus perubahan yang terdinamisasi televisi dan kotak-kotak menyala terang di wajah-wajah buruk penantian

Cinta-cinta-cinta
seribu kali kubilang cinta
dan tak bosan mengawan pada bulan
di balik tuhan dan tumbuhan

Berbau kuning dan gading
sebab gajah tak lagi berbelalaikan peran-peran harta
dan tahta dan wanita
serta ledakan pemanggil nyawa
atau hiburan peraih citra
di warna-warna jingga

Atau bila kusebut seribu warna lagi
kau pasti bosan mendengarnya
bukankah begitu wahai putri di balik jeruji

Dan bangkai-bangkai mati
yang seharusnya sudah kamu tingalkan dari dulu-dulu
dari sejak hulu hingga muara
tak lagi berbingkai buaya
dan laut bukan lagi maut menjemput
tapi puncak vagina dan tawa orgasme berkepanjangan

Hingga khidir pun tak mampu lagi mengayuh sampannya
hingga jauh di kedalaman nietszche atau kafka
atau tara karda si pesulap coca cola
yang membiarkan busanya membias di meja-meja
penghantar listrik ribuan watt
gawat

Bila kita bercinta
kasihku basahku durjanaku
di boulevard gajah mada yang dikutuk ribuan sunda
agar tak membunuh keharuman kakek tercinta dewa niskala
tapi mau apa lagi bila si langit itu makin kresnahadi saja
bahkan diah pun menusuk perutnya dengan pisau chairil
yang disembunyikan sejarah
menjadi tanpa darah
tapi kesetiaan berbau cinta
pada seekor ayam yang menguasai si pahit
tapi dikuasai si gajah
di balik graha sabha berjumlah sepuluh tiang
dan sepuluh muka rahwana
dengan kepulan merapi di balik dinding dan daging
terkoyak kotak-kotak universal yang di hujat ainun
di pesantren-pesantren keren trendy
seperti majalah fashion yang menawarkan produk sepatu baru
yang dilemparkan ke mukamu hingga berlumur lumpur
dan tua umur
terjauh jatuh di sumur
untuk berkumur
saat wudhu yang tak lagi mensucikan sujud-sujud maujud
atau ruku-ruku berkuku hitam panjang berkilat
seperti karya masterpiece para picis
yang dicobakumpulkan theo
atau celoteh burung beo stereo

Cepatlah sembuh dari murka dan luka
tuan bermuka dua
atau bima berkuku pancanaka
yang tidak perlu penataran
di setiap tahun ajaran baru

Tahun barukah ini
sebab kembang api meluncur menghabiskan tangis
dingin
tolak angin
kentut busuk dari paruh ketigamu
tekuk bungkuk
bercambang tandus
seperti kaktus bulus

Dan kura-kura menjelma pria berkulit mulus
lurus meluncur di atas keyboard
dan skateboard
oh tony
oh elang
oh bring me a bottle of wine
oh show me the way to the next whiskey bar
agar bingar bukan lagi memar
yang harus disembuhkan jaring laba-laba hitam
di atas kompor berbahan bakar provokasi
dari negeri banci

Si eksplotasi gunung emas
yang menjadi danau di port yang bebas pajak
tak sepeti mu yang kaku beku terkena salju
jaya wijaya
jaya perkasa
jaya perkosa
amerika

Di jalan besar daendels
males deh… iya eh?
dasar kamu pemuja rayu
pemotong kuku
si burung hantu
si kuntilanak gloomy
asin di ujung bibir
dari lelehan air mata para pengguna binasa

Kering kerontang
rantang padang pedas
tak dicuci dengan sabun anti lemak
berdosis xanax
berdosis tupai bakri
tupai bakar siodarjo
berekor patah
bertulang iga lembut
dikunyah gerah
sebab panas matahari kali ini
sepalsu gigi depanmu yang penuh jigong
bodong
tolong-tolong-tolong
tolol
menolol
kontol
tegak menyemburkan peju ke sungai janda
berwarna coklat muda
limbah pabrik kulit
bau titit sunatan massal
dipotong di atas penggorengan maya
yang teracuni alumunium
di ketek berbulu-bulu busa
dan kepala kecambah berisi ikan cupang
dan bekas cupang
di leher jenjang
di dada bidang
di muka menantang

Dang mengerang mulutmu
mengejutkan tetangga kost boros
air liur lendir cuuuaaaah
minyak curah harga
batangan rokok kretek meninggi
pusing di kantong dan kepala
di hati dan senggama
di putih dan selangka
di pantat dan tae ah,
peduli apa kamu pada upacara bendera

Di beranda,
ada distorsi pukulan baja.